UMAR USMAN 16 B

WE GO BIG OR GO HOME !

Efek Pygmalion dan Mengapa Kita Harus Memberi Pujian

Leave a comment

Pernahkah kamu mendengar efek Pygmalion? Adalah Robert Merton, seorang professor sosiologi di Colombia Unversity yang meneliti fenomena psikologis ini.

Penelitian ini melibatkan seorang guru yang mendapat instrukti untuk mengajar sebuah kelas yang terdari dari murid-murid berbakat selama satu tahun ke depan.  Satu hal yang tidak diketahui sang guru adalah bahwa para murid ini sebenarnya bukanlah anak yang berbakat. Sebaliknya, saat dites IQ, mereka semua termasuk siswa dengan IQ. Bahkan memiliki masalah perilaku. So, apa yang terjadi selanjutnya?

Saat guru tersebut mulai belajar, murid-murid di kelas tersebut tidak mau belajar dan tidak mau memberi respons. Bahkan mereka berperilaku buruk. Namun karena sang guru meyakini bahwa murid yang ia ajar adalah murid berbakat dengan IQ tinggi, ia pun berpikir bahwa masalahnya bukan pada muridnya. Tapi pada dirinya sendiri. Ia bertanggung jawab atas perilaku buruk dan ketidaktertarikan para muridnya terhadap pelajaran.

Ia beranggapan bahwa mungkin cara mengajarnyalah yang kurang menarik bagi para siswa yang cerdas dan berbakat ini. Lantas ia pun melakukan eksperimen dan beberapa kali mengganti metode mengajarnya. Ia pun memotivasi para siswa, membangkitkan rasa keingintahuan mereka dengan berbagai permainan dan aktivitas, serta benar-benar membina mereka. Semakin sang guru memperlakukan mereka sebagai siswa yang berbakat, mereka pun semakin memberikan respon; juga antusias.

Di akhir tahun pelajaran, nilai di rapor mereka melesat tinggi! Dan ketika IQ mereka kembali dites, rata-rata terjadi peningkatan 20-30 poin. Guru tersebut berhasil membuat siswa dengan IQ rendah menjadi siswa berbakat karena sang guru meyakininya demikian.

Pertanyaannya, seberapa seringkah guru di sekolah menganggap dam memperlakukan siswa ber-IQ dan nakal sebagai siswa yang tidak punya masa depan? Sebaliknya, apakah Anda merasa bahwa guru lebih peduli dan lebih banyak mengajar siswa yang sudah pintar dari sananya? Ketika guru lebih fokus mengajar murid yang pandai dan cenderung mengabaikan mereka yang kurang pandai, maka EFEK MATIUS pun terjadi!

Update:

Inilah alasan mengapa saya sering memberikan pujian kepada orang lain. Pujian yang tulus dan benar tentunya, bukan mengada-ada. Karena saya lebih suka melihat sisi baik dari setiap orang. Dan dengen mengatakan,”Kamu hebat dalam hal …” berarti saya telah menembalkan keyakinan dalam dirinya bahwa dia itu hebat. Dan semakin tebal keyakinan itu terikat dalam jati dirinya, semakin hebat pula orang tersebut secara absolut.

Penulis: Komandala “Komando” Putra (Bos Man)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s