UMAR USMAN 16 B

WE GO BIG OR GO HOME !

Wacana Menteri Pendidikan, Perlukah Belajar Hingga Sore (Sebuah Opini)

Leave a comment

Setiap anak terlahir berbakat.

Ini yang saya yakini. Sebagaimana saya mengamini teori Kecerdasan Majemuk yang digagas Howard Gardner.

Ada 8 jenis kecerdasan. Dan sidak semua siswa punya nilai tinggi dalam bidang linguistik (bahasa) atau logis-matematis. Ada yang terlahir dengan kecerdasan musikal yang tinggi. Atau kecerdasan olah tubuh (kinestetik) yang tinggi.

fb_img_1475588055204

Kalau memang belajarnya sampai sore, semoga pelajarannya tidak melulu pelajaran yang menjejalkan berbagai informasi ke dalam kepala siswa. Tapi lebih disesuaikan dengan minat dan bakat para siswa.

Bisa diadakan kelas musik untuk sebagian; kelas olahraga untuk yang lain; kelas melukis / mendesain untuk yang lain lagi.

Dengan kata lain, saya setuju dengan tindakan Pak Menteri.

Yang beliau wacanakan sudah sejalan dengan hasil penelitian yang dipaparkan Malcolm Gladwell lewat bukunya “Outliers”.
.
.
.
Adalah Karl Alexander, sosiolog dari John Hopkins University, yang mengadakan penelitian. Ia mengamati nilai ujian matematika dan membaca 650 siswa kelas 1 dari sebuah sekolah negeri di Baltimore. Terus mengamati sampai siswa-siswa tersebut naik ke kelas 5.
Ke-650 siswa tersebut dibagi berdasarkan kelas sosial-ekonomi keluarga mereka: miskin, kelas menengah dan kaya. Ujian dilakukan setiap bulan September (awal tahun ajaran baru) dan Juni (akhir tahun ajaran baru). Lalu ada liburan musim panas dari bulan Juni sampai September. Liburan panjang.

Inti dari penelitian tersebut begini:

Selama musim sekolah, kemajuan belajar para siswa kurang-lebih sama. Baik mereka yang berasal dari keluarga miskin, kelas menengah dan kaya.

Sementara itu, sekembalinya mereka dari liburan panjang, kemampuan membaca siswa dari keluarga miskin cenderung menurun; dan kelas menengah cenderung stagnan. Berbeda dengan siswa dari keluarga kaya. Kemampuan membaca mereka justru meningkat.

Penjelasannya, para siswa dari keluarga miskin PUNYA PILIHAN untuk belajar atau tidak belajar. Yang dalam hampir semua kasus mereka memilih tidak belajar karena ingin bekerja mencari uang.

Dan kondisinya tentu berbeda dari siswa yang hidup di keluarga kaya yang justru mengikuti berbagai kursus selama liburan musim panas.
.
.
.
So, menurut saya, keputusan Pak Menteri sudah tepat. Beliau berusaha menghilangkan pilihan “keluyuran” sehingga yang tersisa tinggal: belajar!

Tetap berdoa yang terbaik untuk Indonesia.

#IndonesiaBisa

#IndonesiaKuat

#IndonesiaHebat

– Komandala “Komando” Putra (Bos Man)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s