UMAR USMAN 16 B

WE GO BIG OR GO HOME !

Pengalaman Yang Tidak Bisa Dibeli

2 Comments

​Penulis : Ine Rahayu Kusumah Dewi 
Hii kali ini makhluk hidup sedang menjadi dirinya sendiri ini akan berbicara tentang mental dan pengalamanya. 

Oya Setahu ku kalo Belajar itu banyak macam nya,salah satunya ada belajar akademik dimana otak yg dipergunakan atau IQ dimana yang dipelajari adalah matematika fisika dan lain sebagainya, lalu ada belajar non akademik dimana biasanya EQ yang dipergunakan yaitu kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya, biasanya cara belajar non akademik selalu dilakukan diluar lapangan atau outdoor berbeda dengan belajar akademik biasanya dilakukan didalam ruangan atau indoor.

Naah Berbicara tentang belajar kemarin saya sempat diberi pembelajaran yang sangat sangat berharga, pernah bahkan sering tipe belajar ini saya gunakan dulu saat saya duduk dibangku sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah Atas, dan tipe belajar ini tidak saya gunakan di dalam kelas akan tetapi diluar jam sekolah atau saat pulang sekolah, dimana itu? Di organisasi, sekumpulan orang hebat yang bertujuan sama. Biasanya sangat sulit jika kita ingin masuk menjadi bagian dari organisasi tersebut atau sering kita sebut extrakulikuler, mukin kalian akan mudah menebaknya apa yg akan mereka lakukan pertama kali pada kita? UJI MENTAL. 
Ya Mental, diuji beberapa kali sampai mental kita terbentuk digebrak panas panasan, jurit malam, hiking dari kabupaten ke kabupaten lainya, bahkan diplonco memakai atribut aneh didepan orang banyak, push ap dan kegiatan fisik lainya. Dan itu adalah pengalaman yang tidak bisa saya beli, dan membuat masa sekolah saya sangat berkesan dengan kegiatan positif tersebut. 
Oya pengalaman saya semakin bertambah dan semakin tertantang ketika berada di kampus bisnis umar usman, dan saya rasa saya tidak salah mengurungkan diri untuk daftar menjadi polwan hanya untuk masuk umar usman dan ini adalah kampus yang tepaaaat bahkan sangat tepaaaat. Baru saja minggu ketiga mental saya semakin teruji ketika diberi tantangan zona madinah challenge oleh pihak kampus,  ini adalah hal yang paling saya tunggu tunggu setelah 2 minggu hanya duduk diruangan walaupun pemateri pemateri nya Subahanallah bangeeet dah, jujur saja saya adalah tipe orang yang senang belajar diluar atau praktek. 
Yaa berbicara tentang zona madinah challenge banyak ke ajaiban Allah yang aku rasakan dan membuat aku malu bahwa Aku Bukanlah Siapa Siapa. Bagaimana tidak? Jika Tanpa pertolongannya aku dan team ku gak akan sampai finish dengan omset yang seadanya. Banyak ke ajaiban Nya berawal dari keyakinanku terhadapnya aku sempatkan rutin Sholat sunah tahajud dan dhuha sebagaimana yg telah diajarkan di kampus pada materi sebelumnnya, sebelum itu aku sempat konsul kepada  kakak yg ada di domper dhuafa untuk memberikan sebagian yg aku punya. Alhamdulillah semuanya lancar walaupun ada yg harus di evaluasi.
Berbicara tentang pengalaman saat perjalanan zona madinah challenge saat itu kelompoku pencar memulai perjalanan menjajahkan dagangan yg sudah diberikan pihak kampus, saat itu daganganku belum ada yg membeli satu pun namun ada kakek kakek tua meminta roti dan air minum sempat ragu untuk memberi karena daganganku belum laku tapi karena keyakinanku Allah pasti akan membalasnya maka aku berikan satu bungkus roti dan air mineral kepadanya, tak lama kemudian dgn membaca ayat nabi musa tak pernah terpeleset sedikitpun orang yg aku tawarkan al hasil setiap org yg aku tawarkan pasti membeli. 
Tibalah  team ku di stasiun depok baru, aku mulai menjajahkan kembali roti yg masih tersisa pada seorang bapak bapak bermuka garang sempat tak yakin juga tapi keraguanku hilang ketika mengingat Allah, setelah lama menawarkan ia pun membuka dompetnya dan memberiku uang sepontan akupun meberikannya roti tanda jadi membeli, namun bapak tersebut menolak rotinya ia bilang ambil saja uangnya. Mashaalllah langsung saja aku berfikir ” mungkin bapak ini membayar uang roti si kakek tadi yg aku beri roti” . kisah berlanjut tibalah teamku di pasar parung kembali ku jajahkan roti rotiku namun aku dan boss asri melihat pengemis tak berkaki dan tak bertangan karena feeling yg kuat karena belah kasihan makan ku berikan lagi roti dan air mineral, tak lama kemudian kami menawarkan roti pada pedagang baju di pasar. Awalnya ia bertanya dr mana asal kami aku bilang aku berasal dari majalengka boss asri berasal dari makasar, dan kami bertanya balik dr mana bapak berasal ia berasal dari sumatera barat. Waah ide baru muncul spontan saat itu aku berlogat padang tiba tiba sibapak tadi pun mulai berbahasa padang awalnya ia berlogat biasa saja hehehe lama kami berbincang dgn logat padang yang ia kira majalengka berada di sumatera barat haha ia pun mengeluarkan dompetnya dan memberi uang, lagi lagi ia tidak menerima roti dari kami dan mashaallah imi terjadi kedua kalinya bapak ini membayar roti si pengemis tadi tanpa diduga duga keajaiban Allah memang ada. Intinya kita berikan yang kita inginkan. 
Aku tak pandai membuat blog sepanjang ini, bahkan aku tdk tau apa yg aku tulis ini, bahasanyapun masih sangat baku dan tidak karuan hehe yg pasti semunya masih dalam proses semoga semuanya dapat memaklumi. 
Wasaalam

Advertisements

2 thoughts on “Pengalaman Yang Tidak Bisa Dibeli

  1. mantaaap inee 😀
    tetap semangat dan bermanfaat untuk orang lain ya ne

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s