UMAR USMAN 16 B

WE GO BIG OR GO HOME !

Tingkatan Proses Berpikir: Kisah Mr. Jomblo Bertemu Miss Kepo

2 Comments

Penulis: Komandala Putra, S.Pd., S.Hum. (Bos Man)

Neuro-Logical Levels (NLL) adalah sebuah konsep yang diperkenalkan Robert Dilts untuk membantu Anda mengubah kondisi saat ini menuju kondisi yang Anda inginkan.

slide6

 

Namun sebelum kita membahas lebih jauh bagaimana memanfaatkan NLL dalam kehidupan Anda, Anda perlu tahu dulu apa itu NLL.

Dan supaya lebih mudah, penjelasannya akan disampaikan dalam bentuk cerita.

 

Setelah sekian tahun tidak berjumpa, Mr. Jomblo akhirnya bertemu teman SMA-nya, Miss Kepo. Mereka pun cerita panjang lebar tentang banyak hal. Sampai akhirnya Mr. Jomblo ditanya kenapa dia belum menikah.

Ketika ditanya pertanyaan “sadis” tersebut (para jomblo pasti ngerti, hehe), Mr. Jomblo punya jawaban berbeda. Tergantung ada di level mana “masalahnya” berada. Mau tahu jawaban Mr. Jomblo?

 

1. Environment
Mr. Jomblo: Saya belum tahu mau nikah dengan siapa.
Penekanannya pada orang lain atau “with whom” atau dengan siapa.

Mr. Jomblo: Saya belum tahu mau nikah di mana.
Penekanannya pada tempat, lokasi, atau “where”.

Mr. Jomblo: Saya belum tahu kapan mau nikah.
Penekannya pada waktu atau “when”.

Ada juga yang masalahnya gabungan dari 2 hal di atas. Dan yang paling nyesek, masalah di ketiga-tiganya. 😀

Masalah yang dihadapi Mr. Jomblo berada di environment atau lingkungannya. Sesuatu yang berada di luar dirinya.

 

2. Behavior
Mr. Jomblo: Saya belum terbiasa hidup dengan orang lain.

Mr. Jomblo: Saya belum terbiasa berbagi dengan orang lain.

Mr. Jomblo: Apa yang perlu saya lakukan untuk menikah?

Mr. Jomblo: Apa yang perlu saya siapkan untuk menikah?

Masalah di level behaviour atau perilaku ini adalah “what” atau apa yang harus dilakukan
3. Capabilities
Mr. Jomblo: Saya belum punya uang.

Mr. Jomblo: Saya belum punya penghasilan.

Mr. Jomblo: Saya belum tahu cara membangun keluarga.

Mr. Jomblo: Saya belum bisa mengurus diri sendiri.

Mr. Jomblo: Saya belum bisa mengendalikan emosi saya.

Persoalannya terletak pada kemampuan diri atau capability (bentuk jamaknya –> capabilities).

Fokusnya adalah “how” atau “bagaimana” melakukan sesuatu, dalam hal ini kemampuan untuk menikah.
4. Value & Belief

Mr. Jomblo: Kenapa saya harus menikah?

Mr. Jomblo: Emang nikah itu penting?

Value adalah sesuatu yang kita anggap penting. Sesuatu yang kita anggap penting akan cenderung kita dahulukan. Begitu pun dengan hal-hal yang kita anggap tidak penting yang biasanya kita kesampingkan bahkan abaikan.

Masalah terletak pada “why”: mengapa saya harus melakukannya.

Selanjutnya ada belief.

Belief adalah sesuatu yang kita anggap dan yakini benar. Sekali lagi, sesuatu yang kita anggap dan yakini benar. Bukan sesuatu yang *mutlak benar*. Artinya, bisa saja yang kita anggap dan yakini benar ternyata tidak 100% persen, bahkan rupanya 100% salah.

Contoh ….
Mr. Jomblo: Nikah itu bikin susah pikiran.

Mr. Jomblo: Nikah itu lebih banyak duka daripada sukanya.

 

5. Identity

Mr. Jomblo: Ya inilah saya. Suka sukanya sendiri. Mau gimana lagi?

Inilah saya. Mr. Jomblo sudah merasa itulah jati dirinya, identitas dirinya. Mr. Jomblo sudah bicara tentang “who” atau siapa dirinya menurut pandangannya sendiri.

Ffuh, calon jomblo seumur hidup.

 

6. Purpose

Mr. Jomblo: tujuan hidup saya adalah sukses dan hidup bahagia tanpa pasangan!

Mr. Jomblo: Saya mau hidup ini cuma untuk kerja dan kerja.!

Mr. Jomblo: Saya mendedikasikan hidup saya hanya untuk ilmu pengetahuan. Tidak untuk yang lain!

Selamat, Anda mendapat predikat “Jomblo Sejati”. Atau *Jomblo Summa Cum Laude.
Oke, ini hanya untuk gambaran awal. Sejauh ini, kawan-kawan tentu udah bisa mengira-gira kendala yang dihadapi saat ini ada di level mana.

Doakan kami agar selalu diberi kesehatan agar bisa melanjutkan tulisan bisa selalu berkarya untuk bangsa dan negara.

Dan pnjelasan lebih detail soal level tertinggi ini akan kita bahas dengan menggunakan contoh lain yang sangat akrab dengan orang Kampus Bisnis Umar Usman, yaitu jualan.

 

Advertisements

2 thoughts on “Tingkatan Proses Berpikir: Kisah Mr. Jomblo Bertemu Miss Kepo

  1. ssiiip, mr jomblo :p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s