UMAR USMAN 16 B

WE GO BIG OR GO HOME !

Bos Dwi’s Dreamsbook

1 Comment

​Penulis : Dwi Bagus (Bos Dwi)

MY DREAM

Bismillah …
Adakah manusia yang tidak pernah memiliki mimpi dalam hidupnya?
Menurut jawaban ane dan mungkin juga jawaban sebagian besar orang-orang setuju, bahwasannya manusia yang lahir ke dunia ini pasti punya mimpi, harapan, cita-cita, atau pun tujuan yang ingin dicapai di dalam hidupnya.
 Tapi percaya atau nggak, terkadang skala mimpi itu semakin mengecil ketika kita semakin beranjak dewasa, yang mulai melihat dunia ini penuh dengan realitas. Dan cuma segelintir orang saja dari kita yang tetap bertahan dengan mimpinya hingga terwujud. Misalnya, sewaktu kecil pas seorang guru nanya apa cita-citamu? Pasti dengan percaya dirinya kita menjawab pengen jadi astronot yang bisa terbang ke angkasa. Ada yang pengen jadi pilot, dokter, guru, atau pun jadi seorang atlet sepak bola. 
Namun lambat laun, semakin kita dewasa mimpi-mimpi itu semakin terkikis perlahan. Yang awalnya pengen jadi atronot, pas masuk SMP mimpinya berubah haluan pengen jadi guru saja sepertinya sudah cukup. Lalu ketika masuk di masa putih abu-abu, sepertinya lulus kemudian bekerja atau bisa kuliah saja sudah menyenangkan. Dan saat masuk di ranah mahasiswa, cita-citanya cuma sebatas skripsi dam memakai topi toga saja itu sudah lebih dari cukup. Ironi, tapi memang itu yang terjadi pada kebanyakan orang. 
Nah, tanggal 15 September 2016 kemarin. Ane dan kawan-kawan dari Kampus Umar Usman dapet materi tentang Dream Book dari Mr. Praka. Dream itu artinya mimpi, sedangkan Book itu artinya buku. Jadi “Dream Book” itu buku yang suka mimpi, hehe. Cut! Just Intermezo ….
Di materi “Dream Book” itu ngajarin kalau mimpi kita itu mesti kita pertahankan. Big dream yang kita miliki itu wajib kita tulis dan kita visualisasikan, supaya jelas. Dari yang ane tangkep, Mr. Praka juga termasuk orang yang kritis. Beliau nggak sepenuhnya percaya mantra bim salabim jadi apa pok pok pok …. Menurut beliau, mimpi kita untuk masa depan itu beda jauh sama mimpi pas kita merem, ngorok, terus kesiangan dah. Apa yang kita impikan itu, menetukan step by step apa saja yang mesti kita rencanakan, persiapkan, dan kita lakukan untuk mencapinya secara perlahan. Inget, ya! Nggak bisa bim salabim jadi apa pok pok pok …. Supaya semuanya terarah, terukur dan tertata. Ya, bisa dibilang memetakan hidup kita.
Materi dilanjut dengan sesi pembuatan Dream Book masing-masing mahasiswa.
Jujur ane sempet bingung pas disuruh bikin Dream Book. Bukan berarti ane bingung dengan mimpi ane sendiri, tapi masih bingung dengan langkah-langkah kecil yang harus ane tulis di sana untuk mencapai apa yang ane impikan itu, entah setahun, tiga tahun, lima tahun, atau pun sepuluh tahun lagi.

Tapi alhamdulillah, sedikit demi sedikit ane mulai paham. Nah, di Dream Book itu ane membuat alur yang harus ane lalui. Karena ane minatnya di bidang kuliner. Jadi, langkah pertama yang harus ane lakukan adalah menjalankan bisnis kuliner yang sekarang sedang berjalan sekaligus menabung buat beli otlet. Oh, iya tentunya ane juga bakal sering—eh, bukan, malahan wajib. Wajib bulak-balik ke Tebet untuk berguru ke Mas Mono yang sudah sukses juga usahanya di bidang kuliner.  
Di Dream book itu juga ane nempelin foto Tere Liye. Tahu, nggak? Parah kalau nggak tahu, mah! Nah, itu pinter … Bang Tere ini salah satu penulis sukses di Indonesia. Bukunya udah buanyak banget, dan hampir sebagian besar best seller. Yang ane suka dari beliau adalah, selain tulisannya yang bikin baper tapi penuh ilmu. Juga karena pola beliau dalam menulis sebuah buku. Kalau kebanyakan penulis bikin buku sesuai minat pasar, tapi Bang Tere mah kebalik, beliaulah yang menciptakan pasarnya sendiri. Jadi nulisnya suka-suka beliau, tapi tetep penuh ilmu agama maupun ilmu kehidupan yang bisa dipetik di sana. 
Terus? Ya … intinya ane juga pengen banget jadi seorang penulis. Yang tulisannya itu bisa bermanfaat bagi orang banyak. Ya, selain buku tabungan dan buku nikah yang wajib dimiliki seorang pengusaha. Boleh-lah punya buku karya sendiri yang nantinya bisa dibaca banyak orang. Syukur-syukur memberi manfaat, bahkan jadi wasilah datangnya hidayah dari Allah buat orang yang bacanya. Aamiin ….
Dan sampailah kita di My Big Dream, jeng  jeng! Pada akhirnya tujuan tebesar ane adalah benar-benar ingin menjadi seseorang yang bisa bermanfaat buat orang banyak. Nggak cuma tenaga tapi juga materil yang sebenarnya lebih banyak dibutuhkan saat ini. Karena dakwah juga butuh duit. Masa iya, orang lapar mau dicekokin hadits. Kan, nggak nyambung. Harusnya kasih makan dulu, baru ajak ngaji, seperti itu …. Dan membangun pesantren adalah salah satu Big dream ane selain pergi haji dan umrah bareng orangtua. 
Di paragraf terakhir ini ane cuma ingin ngasih tiga kata ajaib yang selalu Agnes Mo pegang dari kecil sampai bisa menjadi seorang penyanyi internasional. “Dream, believe, and make it happen!”
Terima kasih.

Salam sukses dari Dwi Bagus CMM (Calon Muslim Milioner).

By Bos Dwi.
 
    

Advertisements

One thought on “Bos Dwi’s Dreamsbook

  1. dream, believe and make it happen.
    good dwi CMM 😀

    jaga mimpi mu, tetap melangkah, Isnyaallah Allah mengijabah doa doa mu 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s